Meet the Teacher: Bernard Adhitya Kurniawan

Bernard Adhitya Kurniawan
1-9 Grade Instructor at KodeKiddo School
South Tangerang, Indonesia

When I was a fifth grader, I was very lucky to learn a programming language meant for kids. I loved the idea, where kids are encouraged to use their logic and pour their imagination into a kid-friendly user interface, meant to wipe out the perspective where coding is a complicated procedure, done only by expert programmers. I see this as an opportunity for kids in the future to like coding. That is why I want to teach kids how to code.

Years later, I became an instructor in a startup company with a mission to teach programming to kids. I work with many platforms, designed to be kid-friendly. CodeMonkey is one of the most effective tools I use to teach kids how to code. Kids learn how to solve problems using a programming language designed to be easily understandable. Kids don’t take long to understand the language, and managed to pass the levels in no time. They were also taught how to make a simple Platformer game with interactive instructions, which helped our students understand the concept seamlessly.

I am very thankful for Codemonkey. Codemonkey has made one of the best modules to teach kids how to code. Through their interactive tutorials, challenging problems, and kid-friendly user interface, kids around the world these days become less-intimidated by programming. They can now see coding as a fun way to pour creativity through logical set of instructions.

am a connected educator. Back when I was pretty new to being an educator, I didn’t really know most of the platforms used by the kids. To make sure I can keep on track of my students, every time a student raised their hand to ask, I would examine the platform they used, and if some things were still not clear for me, I would search for it online. I continue to do this, and eventually, I got used to learning quickly online to help my students.

Back in my days, kids learned school subjects by listening to their teachers, working on their assignments, and asking questions if something ws not clear. But years later, when I begin teaching a new generation of kids, they happened to be very advanced, compared to students years before them. Today, they learn subjects by just searching online and paying attention to the given tutorials online. They have become more efficient in learning than students years ago.

We don’t need to teach kids these days in a conservative method. The era is changing; where kids are learning how to adapt to technology. They gather and process data faster than we could, back in our years. Let them explore the technology you would like to introduce, and they might operate it better than you in no time.

Manfaat Belajar Coding Untuk Anak

Seberapa Penting Ilmu Coding?
Learn Early
Learn in Fun Ways
Learn to be a Maker
Itu motto yang sangat berkaitan dengan konsep belajar coding untuk anak-anak. Seperti dikutip oleh Kompas.com di bulan Januari 2018, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad menyatakan di Indonesia saat ini memang belum ada kurikulum yang memasukkan coding ke dalam mata pelajaran di sekolah, namum sedang dalam tahap persiapan untuk mengadakan program coding di SMK dan SMA. Itu kabar yang bagus karena pemerintah Indonesia sudah mulai memberi perhatian ke pengajaran coding. Tapi apakah cukup jika coding diperkenalkan ke murid hanya setelah tingkat SMA?

Apa Sih Coding Itu?
Beberapa orang mengira coding adalah ilmu untuk pesulap atau kode rahasia seperti di Da Vinci Code. Ada juga yang berpersepsi bahwa coding adalah ilmu hanya untuk orang yang berkerja di bidang IT. Coding (bahasa pemograman computer) adalah bahasa yang universal. Kehadirannya dalam dunia digital sangat vital karena merupakan nyawa dari sebuah software atau aplikasi. Orang yang menguasai coding akan bisa berkomunikasi dengan semua orang dari negara lain, berinovasi, dan memecahkan masalah dengan lebih efisien. Tim Cook, CEO Apple, menyatakan “Coding is the best foreign language that a student in any country can learn”.  Kenapa dia menyarankan begitu? Coding sekarang tidak hanya dipakai oleh orang IT saja. Masa ini, computing sudah digunakan di semua aspek kehidupan kita, mulai dari komunikasi, perbankan, shopping, permainan, edukasi. Contohnya dengan mengerti dasar bahasa pemograman akan memudahkan kita untuk menguasai teknologi yang ada di sekitar kita. Sama seperti jika anak SD belajar biologi atau matematika untuk dapat mengerti lingkungan sekitar mereka, belajar coding juga penting untuk membantu mereka memahami teknologi yang ada di kehidupan mereka.

Manfaat dari sisi edukasi
Di sekolah, anak-anak bisanya diajarkan cara
penggunaan komputer, misalnya untuk mengetik, membuat Word dokumen/presentasi. Namum keterampilan coding untuk membuat program komputer dengan logika & kreativitas kebanyakan belum diperkenalkan di sekolah. Dengan pengertian tentang programming dan bagaimana cara berpikir yang terstruktur untuk memberi perintah ke komputer, anak-anak akan mendapat fondasi dasar dan asah otak untuk bisa menguasai teknologi yang akan terus maju di masa depan.

Computational Thinking
Computational thinking adalah combinasi matematika, algoritma, dan logic. Dengan belajar coding, maka anak akan memiliki kemampuan computational thinking. Dengan kemampuan computational ini anak mampu mengkomunikasikan pikiran dengan cara logika dan terstruktur, seperti instruksi yang diberikan ke komputer, sehingga nantinya dapat digunakan untuk memecahkan masalah dengan bantuan teknologi yang didasari oleh komputer.

Kreativitas
Dengan belajar coding, anak-anak akan memiliki alat untuk menyalurkan kreativitas dan berpikir. Seperti
belajar menggambar atau musik, coding adalah media yang bisa dipakai untuk menciptakan sesuatu, misalnya aplikasi komputer. Coding juga seperti membuat cerita karena ada proses menciptakan awal cerita, alur cerita, dan ending untuk program.

Ketrampilan Jaman Moderen
Generasi anak masa ini harus bisa menguasai teknologi untuk berkompetisi di dunia kerja. Tidak bisa coding akan dilihat seperti tidak bisa baca/tulis. Hampir semua pekerjaan di jaman modern ini membutuhkan keterampilan dasar menguasai komputer dan programming. Di masa depan, akan ada semakin banyak kesempatan kerja di bidang programming dengan kompensasi yang bagus.

Soft Skills
Belajar coding sejak kecil tidak hanya untuk menguasi ketrampilan teknikal, tetapi juga untuk memupuk ‘soft skills’. Contohnya dengan belajar coding dapat mengembangkan kebiasaan belajar, tidak mudah menyerah, dan teliti. Jika program yang dibuat tidak lengkap, program tidak akan bisa dijalankan dan harus di ‘debug’ untuk menemukan bagian yang salah dan memperbaikinya. Dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat, memang sangat mungkin bahwa bahasa pemograman atau aplikasi yang dipelajari sekarang sudah tidak akan dipakai lagi di 5 -10 tahun ke depan. Tetapi itu tidak berarti pelajaran yang percuma karena bahasa itu hanya alat. Ketrampilan berpikir kritis dan logika yang didapat dari belajar coding akan menjadi dasar untuk sukses di abad sekarang dan juga berguna untuk bidang pekerjaan yang lain.

Pendidikan Coding

Dimulai di Amerika and sekarang telah menjadi trend pendidikan global, perkenalan coding dan komputer science untuk anak SD sudah menjadi agenda dunia pendidikan di negara-negara maju. Dengan pendekatan yang baru, ternyata belajar coding bisa dilakukan sejak usia dini. Kesempatan belajar coding disediakan di dalam kurikulum sekolah, extra kurikuler, dan juga lewat berbagai program di luar sekolah terutama saat liburan

Banyak aplikasi dan material yang telah dikembangkan khusus untuk anak-anak. Dengan user interface yang lebih visual dan karakter yang menarik, ditambah juga dengan berbagai smart programmable robots sehingga belajar coding bisa dilakukan dengan fun.  Dengan menguasai coding, anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga bisa menciptakan sesuatu yang berguna dengan teknologi.

Berhubung di Indonesia pendidikan coding belum masuk ke dalam kurikulum sekolah SD/SMP, maka sangat penting jika ada sumber lain untuk bisa memberikan pengetahuan ini ke anak-anak Indonesia. Ketersediaan materi online dapat membantu anak untuk otodidak belajar coding, tetapi jika tidak ada pendampingan dan faktor sosial belajar dengan anak lain, biasanya minat anak tidak berlangsung lama. Di kota-kota besar Indonesia sudah ada beberapa tempat belajar coding yang menawarkan kelas di luar sekolah atau extra kurikuler.

Acara dan Kompetisi Coding
Untuk mendukung kampanye pendidikan coding untuk anak, ada beberapa acara global yang sudah cukup terkenal dan dilakukan di berbagai negara. Salah satunya adalah Hour of Code dari Code.org yang berupa acara satu jam perkenalan untuk komputer science, untuk menunjukan bahwa semua orang bisa belajar coding. Acara ini dilakukan oleh berbagai partner dari Code.org (di tahun 2017 terdaftar lebih dari 150 ribu acara ini dari berbagai penjuru dunia). Kompetisi juga merupakan cara yang bagus untuk anak-anak berpartisipasi untuk menerapkan apa yang telah dipelajari dan berinteraksi dengan anak-anak lain. Kompetisi coding dan komputer science tersedia dengan berbasis local maupun global melalui online.
Beberapa contoh kompetisi global yang telah diikuti murid KodeKiddo adalah CodeMonkey, Grok untuk Pyhton and Blockly, App Jamming untuk mobile apps, dan Wonder League dengan programmable robot Dash & Dot. Karena kompetisi ini dilakukan secara online, anak-anak Indonesia dapat bersaing dengan peserta dari berbagai negara. Ada juga acara kompetisi yang dilakukan di lokasi tertentu. Contohnya acara KiddoHack dari KodeKiddo yang merupakan mini hackathon untuk anak-anak umur 9 – 15 tahun. Dalam acara ini, anak-anak membentuk team dan belajar bekerja sama untuk memikirkan ide, membuat desain, dan coding program. Setelah proyek selesai, anak akan mempresentasikan hasil ke para juri/mentor. Ooredo juga mengadakan IWIC (Indosat Wireless Innovation Contest) ajang kompetisi inovasi teknologi di bidang wireless yang mulai melibatkan level anak-anak juga.

Penulis:
Meilani Hendrawidjaja
Founder of KodeKiddo (www.kodekiddo.com)

Meet the Game Builder: Gerald

gerald-copy

Here is another kiddo who gave testimonial about learning coding in KodeKiddo using CodeMonkey.

Meet Gerald, a ten-year old boy from Bandung, Indonesia. Gerald has been coding in the program Kodekiddo, where he was introduced to CodeMonkey and its Game Builder. Read on to find out about him game building process.

Links to the game/s you have created: https://www.playcodemonkey.com/games/8RbO2k1W

 

What was the inspiration behind your game/s? Why did you choose the theme that you did?

I thought about it by myself. I suddenly thought about it.

What was your experience like while learning how to build games on CodeMonkey?

Amazing, an easy way to start learning about something similar to java script

Did you enjoy the Game Design courses? If so, why?

Yes, it was unique

How many games did you create?

Only one

On average, how long does it take you to complete a game?

Around one hour

Complete the sentence: Being able to design and build my own games makes me…

happy

What is one piece of advice you have for those who have not yet created their own games?

Never give up

What do you like to do on your free time?

Read, draw, and play

Is there anything that you would like to add that I didn’t ask?

No not really

 

Meet the Game Builder: Mardian

One of kiddos is featured in CodeMonkey Blog -https://www.playcodemonkey.com/blog/2018/02/28/meet-the-game-builder-mardian/

Meet Mardian, a nine-year old boy from Bandung, Indonesia. Mardian has been coding in the program Kodekiddo, where he was introduced to CodeMonkey and its Game Builder. Read on to find out about him game building process.

Being Able To Design And Build My Own Games Makes Me Feel More Accomplished As Now I Can Type Code And Not Drag It!

Links to the game/s you have created: https://www.playcodemonkey.com/games/EDzpy9RP

What was the inspiration behind your game?

I actually didn’t really know what to do, I just tried to make a simple game and then it ended up as a tiger helicopter.

What was your experience like while learning how to build games on CodeMonkey?

It was hard, since this was my first time doing a coding website where you had to type in the code but i got used to it

Did you enjoy the game design courses? if so, why?

Yes, because its more free than the individual levels but still is quite confusing and (in my opinion) is less free than scratch or other block coding websites

How many games did you create?

4

On average, how long does it take you to complete a game?

45 Mins to 1  Hour

What is one piece of advice you have for those who have not yet created their own games?

Don’t make it perfect, it’s better that way

What do you like to do on your free time?

Draw, play on the iPad, search up random stuff on the computer sometimes read

KodeFiesta Coding Month Winners

Congratulation for all winners of KodeFiesta Coding Month!!

(click the images below to try the program)

 

Category: Game. Level: SD1.

Winner: Randy Kurniawan

Randy

 

Category: Animation. Level: SD1.

Winner: Hubert Prama Setiawan

HUbert

 

Category: Game. Level: SD2.

Winner: Aaron Indradjaja

Aaron

 

Category: Animation. Level: SD2.

Winner: Richard Paulus

Richard

 

Category: Game. Level: SMP.

Winner: Bryant James

Bryant

KiddoHack and Hour of Code Bandung

Acara ini diadakan di Cihampelas Walk Bandung pada tanggal 18 November 2017.
Puluhan anak-anak berpartisipasi di acara gratis Hour of Code, di mana mereka mendapat kesempatan belajar coding dalam waktu satu jam. “The Hour of Code is a global movement reaching tens of millions of students in 180+ countries.” dan acara KiddoHack, mini hackathon yang ditujukan untuk anak umur 9-15 tahun.
Congratulation to the winners:
Juara 1 : Kelompok 18
    Nilai rata-rata : 8.23
    – Gavin Malik Setiawan (Kelas 6)
    – Emmanuel Bernhardt (Kelas 6)
Juara 2 : Kelompok 1
    Nilai rata-rata : 7.82
    – Samuel Theophilus (Kelas 6)
    – Ezra Maranatha Sianturi (Kelas 6)
Juara 3 : Kelompok 4
    Nilai rata-rata : 7.64
    – Areli M. Widodo (Kelas 5)
    – Nickolaus Jason Setiadi (Kelas 5)
Thank you for our judges:
– Saptono – SIT Gramedia Jabar
– Nyoman Bogi Aditya Karna – Peneliti Intelligent IoT Telkom University
– Witdono – Intel Indonesia
– Cecilia Esti Nugraheni – Peneliti IT Univ Katolik Parahyangan
judge_khbdg
Thank you for our sponsors:
allSponsor

KiddoHack Bandung

“Code, Collab, Compete”

KiddoHack yang kedua ini akan diadakan di Cihampelas Walk, Bandung.

Sabtu, 18 November 2017.

DSCF4477

In fifteen years we’ll be teaching programming just like reading and writing…and wondering why we didn’t do it sooner“, Mark Zuckerberg, CEO of Facebook.

Belajar coding/programming tadinya dianggap hanya bisa dilakukan oleh anak SMA/kuliah atau hanya terbatas untuk orang yang ingin bekerja di bidang IT. Namun sekarang programming bisa dipelajari sejak usia dini untuk melatih cara berpikir logika dan memecahkan masalah dan dianggap berguna untuk semua profesi di era teknologi ini. Dengan adanya aplikasi yang didesain khusus untuk belajar pemrograman sesuai usia anak-anak, coding dapat dilakukan bahkan oleh anak SD. KodeKiddo membawa konsep dari Amerika dan menyediakan sarana untuk anak SD & SMP belajar coding dengan cara yang menyenangkan “having fun while learning skills of the future”.

Deskripsi Acara

Hackathon (atau juga dikenal sebagai hackfest / hack=meretas) adalah kegiatan di mana programmers dan pihak lain yang biasanya terlibat dalam pembuatan software dapat berkolaborasi untuk menciptakan proyek software dalam waktu singkat (biasanya dalam waktu 24 jam). Hackathon sudah diselenggarakan di banyak tempat di Amerika, terutama untuk SMA dan mahasiswa, dengan tujuan untuk memperkenalkan programming, mendukung kolaborasi, dan juga sebagai ajang perusahaan untuk mulai mencari kandidat yang bermutu.

Terinspirasi dari hackathon itu, KodeKiddo mengadakan KiddoHack yang berupa mini hackathon dalam waktu 5 jam, diperuntukan bagi anak umur 9-15 tahun.

Dalam acara ini anak akan membuat team dan belajar bekerja sama untuk memikirkan ide, membuat desainnya, dan memprogram dengan software platform Scratch, Tynker, atau MIT App Inventor. Setelah proyek selesai, anak akan mempresentasikan hasil ke para juri/mentor. Anak juga akan mengerjakan beberapa soal yang berhubungan dengan konsep computational thinking dan programming.

Dengan mengikuti KiddoHack, anak belajar berkolaborasi, berpikir cepat, kreativitas, komunikasi dan menjadi ‘maker’ / pembuat sesuatu yang berguna dengan ketrampilan yang mereka miliki.

Para juri & mentor berasal dari dunia startups, teknologi, dan pendidikan di Indonesia. Mereka akan berinteraksi dengan anak-anak untuk memberi input, membagi pengalaman, dan menilai hasil karya mereka dalam KiddoHack.

 

Thank You for Our Sponsors

pict3

pict1

pict2

pict4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Independence Day Scratch Competition: Bandung

To celebrate the Independence Day (August 17, 2017) Kodekiddo Bandung held a coding competition for the Bandung kiddos.

Here are the projects made by the winners. They used the theme related to Indonesian independence and made it into interesting animation & games.

The GIFs are just the preview. Click on each link below to see the whole thing.

jason 17th

Jason made an animation project about games that everyone usually play every year on Independence Day. When you click the green flag (run button) the animation will play and you can hear national anthem as the background sound.

Click here to see the whole animation

olive

This short animation is made by Olive, it tells us about the war between Japanese and Indonesian warrior and Indonesia ended up winning the war.

Click here to see the whole animation

Gerald

This is a maze game made by Gerald. The game is simple, you need to take the Indonesian ball to the goal which is the yellow circle.

Click here to play the game

william

William made this scratch animation about a character how burned down Indonesian flag and ended up regretting it.

Click here to see the whole animation

Grok Competition: NCSS Challenge 2017

inter

Again, KodeKiddo students participated in an international coding competition & got to the top!

Kodekiddo students entered the NCSS (National Computer Science School) Challenge, which was held from July 31st to September 3rd run by Grok Learning on behalf of the University of Sydney. The Challenge is a programming competition for elementary & middle school students. It’s been running from Australia for the last 12 years and is open to all school students and teachers.

Our students entered the Newbies, Beginners, and Intermediate levels. The competition was using Blockly, a drag and drop visual programming language, and is most suited to students in late primary or junior secondary school (10 – 14 year olds); and Python programming language.

Few of our kiddos made it to the leader boards of each level after completing all the challenges.

The Newbie level uses Blockly, a drag and drop visual programming language, and is most suited to students in late primary or junior secondary school (10 – 14 year old).

The Newbie level kiddos in the leader board:

Aaron Indradjaja
Audric Lee
Richard Paulus Wiharja
Samuel Yudhistira

This slideshow requires JavaScript.


The Beginner level uses Python programming language, text-based programming language that is used in many professional software development.

The Beginner level kiddos in the leader board:

Samuel Yudhistira
Bintang Timurlangit
Matthew Darmaja

This slideshow requires JavaScript.

For the intermediate level uses Python programming language, just like the beginner, but it is for those students who have some prior programming experience; & advanced maths and science students.

The Intermediate level kiddo in the leader board:

Joshua Larido

inter