Hour of Code for Computer Science Celebration

Hour of Code Celebrations in various KodeKiddo centers!!

KodeKiddo will join this worldwide effort to celebrate computer science, to show that anybody can learn the basics, and to broaden participation in the field of computer science.
Learn coding. Show your creativity. Have fun!

What is Hour of Code?

Hour of Code is a worldwide effort to celebrate computer science, to show that anybody can learn the basics, and to broaden participation in the field of computer science.

It is starting with 1-hour coding activities but expanding to all sorts of community efforts to expand coding and computer science education to all children.

The Hour of Code takes place each year during Computer Science Education Week. The 2018 Computer Science Education Week will be December 3-9.

Every student should have the opportunity to learn computer science. It helps nurture problem-solving skills, logic and creativity.

Indonesia kids…. don’t get left behind on this global events!!

mapHOC.png

Different activities available for each age range, for example:

  • Mobile App programming
  • Game development with Scratch, Tynker, CodeMonkey
  • Minecraft programming
  • Math programming with Python

TYnkerHOC
Free events at KodeKiddo centers and school sites: Jogja, Kelapa Gading, Tangerang, Jakarta, Denpasar and many more.

To see the complete event schedule:
https://www.facebook.com/pg/KodeKiddo/events/

RSVP now:
WA: 0812 4846 4447
Email: info@kodekiddo.com

Rangkaian Kegiatan Soft Opening KODEKIDDO SOLO

Berpose bersama setelah menyelesaikan hour of code 2.jpg
Sejak berdiri tahun 2016 hingga sekarang, KodeKiddo telah mempunyai 8 cabang yang tersebar di Jakarta, Bandung, Bali dan yang terbaru adalah cabang kota Surakarta atau Solo. Kode Kiddo Solo yang bertempat di Jl. Abdul Muis 23, Kepatihan Kulon, Jebres menyapa anak-anak di kota Solo dengan beberapa rangkaian kegiatan yang sangat seru dalam Soft Openingnya yang berlangsung dari 11 – 28 Agustus 2018

KodeKiddo Expo di Malam Keakraban Reuni Akbar SMP Bintang Laut Solo 11 Agustsus 2018

 Acara Malam Keakraban Reuni Akbar yang dihelat oleh SMP Bintang Laut dalam merayakan HUT yang ke-60 ini dihadiri oleh 57 angkatannya. KodeKiddo Solo turut ambil bagian dalam perayaan HUT ke 60 SMP PL Bintang Laut yang diadakan pada tanggal 11 Agustus 2018 kemarin dengan memperkenalkan KodeKiddo kepada masyarakat Solo.

Antusias orang tua yang hadir bersama anak-anak mereka yang ikut bersama mereka sangat menggembirakan. Disini KodeKiddo solo memperkenalkan pentingnya belajar pemrograman kepada orang tua sekaligus alumnus SMP PL Bintang Laut, selain itu kami juga memberikan contoh materi dan metode pembelajaran yang digunakan oleh KodeKiddo.

Pada acara ini, anak-anak yang hadir sangat senang mencoba beberapa permainan di computer dan menjalankan robot-robot yang akan digunakan nanti selama proses belajar mengajar di KodeKiddo Solo. Dalam kesempatan tersebut KodeKiddo mendapatkan respon yang sangat positif dari orang tua murid sebagai pelopor sekolah pemrograman untuk anak kecil pertama yang hadir di Solo. Mereka percaya bahwa KodeKiddo Solo merupakan pilihan yang tepat untuk membantu mereka membimbing anak-anak mereka mempelajari bahasa pemrograman dengan segala manfaatnya.

Anak-anak antusias mencoba programming di laptop dan mengendalikan robot.

 

Open House KodeKiddo Solo Dalam Tajuk Hour of Code pada 18 dan 25 Agustus 2018

Untuk memperkenalkan kenyamanan dan efektifitas fasilitas yang disediakan KodeKiddo Solo, maka KodeKiddo Solo mengadakan Open House untuk memenuhi itu semua. Open House tersebut bertajuk Hour of Code –  sebuah gerakan global dari code.org yang sudah mendunia untuk dukungan isu perlunya belajar bahasa pemrograman sejak dini, anak-anak yang hadir di acara ini diajak untuk selama satu jam untuk mengenal apa itu bahasa pemrograman dan cara membuatnya melalui permainan-permainan seru dan mengontrol robot menyelesaikan rintangan demi rintangan yang diberikan.

Respon positif orang tua calon murid di Solo terlihat dari jumlah yang hadir pada acara tersebut. Dengan total 58 anak yang mengikuti kegiatan Hour of Code pada kedua tanggal tersebut, KodeKiddo Solo optimis akan menjadi agen perubahan pendidikan yang diterima dan patut diperhitungkan di kota Solo.

KodeKiddo Solo resmi memulai kelasnya pada tanggal 1 September 2018 dengan 30 murid yang mendaftar setelah rangkaian acara Soft Opening yang dilakukan.

Apakah anda ingin tahu dan penasaran dengan bagaimana KodeKiddo Solo membantu anda mendidik putra-putri anda? Untuk itu KodeKiddo Solo mengundang untuk melakukan trial class dengan gratis tiap hari Senin-Sabtu. Sampai jumpa!

Berpose bersama setelah menyelesaikan Hour of Code

 

KodeKiddo Solo
Abdul Muis 23
Kepatihan Kulon
Jebres Surakarta
08970667888 (Whatsapp)  – (0271) 2942129

KodeKiddo at Grok NCSS Competition 2018

GrokMainPage

This is the second year KodeKiddo  participated in NCSS (National Computer Science School) Challenge, which was held by Grok Learning from July 31st to September 3rd, 2018. The Challenge is a programming competition for elementary – high school students. It’s been running for the last 13 years and is open to all school students and teachers.

Our students entered the Newbies, Beginners, and Intermediate levels. The competition was using Blockly, a drag and drop visual programming language and Python programming language.

Every stream of the NCSS Challenge features:

  • Intelligent automarking and instant feedback
  • Learn to code as you go along (you don’t need to be an expert!)
  • Solve exciting real-world problems
  • Compete against students around the world
  • Online support from expert tutors
  • Earn points to climb the leaderboard

This year, over 70 KodeKiddo students from various KodeKiddo centers (Kelapa Gading, Permata Buana, Gading Serpong, Bandung & Semarang) participated in this competition.

So proud that some of our kiddos made it to the leader boards of each level after completing all the challenges!!!

In the Leader Board for Newbie level:

GS     Christian Gerald
GS      Mariangelic Keshia Manujaya
GS      Julio Tjoe
PB      Jonathan Miguel Tan
DPS    Marvel Satria
DPS    Freya S. Lumunon
DG     Giovanna Cheryl Wu
SMG  M.Enver Avisena
SMG  Danish Ardiyanta
SMG  Vincent Valentino Setiawan

This slideshow requires JavaScript.

In the Leader Board for Beginner (Blockly) level:

KG     Devlin Mikha Dharmawan
DG     Ioan Evans Leander
DG     Hansel Ernst
DG     Giovanna Cheryl Wu
SMG  Daniel Kurnia

This slideshow requires JavaScript.

Leader Board for Beginner (Python) level:

PB   Michelle Erine Tan
KG   Devlin Mikha Dharmawan
DG   Ioan Evans Leander
DG   Morteza Muhammad Al Muntadzar
DG   Hansel Ernst
DG   Giovanna Cheryl Wu
DG   Andreas Alexander

This slideshow requires JavaScript.

Leader Board for Intermediate (Python) level:

GS   Nathanael Setiawan
DG   Juventius Kriswijanarko
DG   Andreas Alexander

This slideshow requires JavaScript.

Congratulation!!

KodeKiddo Holiday Program 2018

“Coding is today’s language of creativity. All our children deserve a chance to become creators instead consumers of computer science.” – Maria Klawe.

Belajar coding dapat menjadi kegiatan pengisi waktu liburan yang menarik dan bermanfaat bagi anak-anak. KodeKiddo baru-baru ini mengadakan kegiatan    Holiday Program 2018, sebuah program yang memfasilitasi anak-anak SD hingga SMP untuk belajar coding selama liburan sekolah. Program ini berlangsung selama 4 minggu, minggu pertama berlangsung sebelum libur lebaran, sedangkan tiga minggu selanjutnya dilakukan setelah libur lebaran berakhir. Dalam waktu empat minggu tersebut, KodeKiddo menawarkan topik-topik pelajaran yang beragam dan unik, disesuaikan dengan kemampuan belajar anak-anak (Ada tiga jenjang pembelajaran: SD1-4, SD5-6, dan SMP). Beberapa contoh topik yang diangkat, yakni: Game Design with Unity, Website Development, Mobile App Development with MIT, dan Code with Bots. Setiap topik diajarkan dalam kurung waktu 5 hari, dimulai pada hari Senin dan diakhiri pada hari Jumat. Pada tiga hari pertama, anak-anak diajarkan dasar konsep pemrograman yang berkaitan dengan topik yang diangkat. Pada hari keempat, anak-anak mulai membuat free project berdasarkan kreativitas masing-masing. Di hari terakhir, anak-anak diminta untuk menyempurnakan proyek pribadi mereka dan mempresentasikannya kepada teman-teman di kelas, bahkan ke orangtua yang bisa hadir pada hari terakhir.

Holiday Program 2018 diselenggarakan di cabang-cabang KodeKiddo yang terletak di Jakarta, Denpasar, Bandung, dan Tangerang. Program ini mendapat respons yang baik, dapat ditinjau dari jumlah peserta yang hampir mencapai 200 anak serta feedback positif dari orangtua. Salah satu dari orangtua peserta cabang Kelapa Gading bahkan sudah bertanya “Kapan Holiday Program akan diselenggarakan lagi?” karena ia merasa program ini bermanfaat bagi anaknya. Melalui program ini, anak-anak diajar untuk berpikir secara analitis dan terstruktur, bekerjasama dengan teman untuk mengerjakan group project, dan berkreasi menciptakan sebuah proyek dari ide kreasi pribadi. Rangkaian Holiday Program dari KodeKiddo juga membekali anak-anak untuk mampu mempresentasikan proyek pribadi yang telah mereka buat secara berani dan jelas.

Holiday Program tahun ini merupakan Holiday Program yang kedua. Satu hal unik yang membedakan program ini dengan program tahun lalu adalah kehadiran kegiatan internship (magang). Tahun ini ada 6 anak, SMP dan SMA, dari program reguler KodeKiddo yang magang menjadi teaching assistant (TA). Keenam TA ini telah dibekali dengan material dan metode pengajaran sehingga mampu membantu anak-anak yang baru pertama kali belajar coding agar mampu memahami coding dengan lebih baik dan cepat. Kegiatan internship ini ditawarkan bagi anak-anak program reguler untuk melatih kemampuan mereka berkomunikasi dalam berbagi ilmu.

Dengan menyelenggarakan Holiday Program ini, KodeKiddo berharap kesadaran orangtua di Indonesia akan pentingnya mengajarkan coding dari sedari dini dapat semakin ditingkatkan. KodeKiddo juga berharap anak-anak yang telah menjadi peserta belajar bahwa waktu liburan sekolah dapat mereka gunakan untuk hal yang tidak hanya menyenangkan tapi juga bermanfaat.

 

KodeKiddo Scratch Day 2018

Kodekiddo telah sukses menggelar event global Scratch Day 2018 pada bulan Mei 2018 dalam rangka merayakan 10th anniversary salah satu coding platform terkenal yang dikembangkan oleh Universitas MIT di Amerika, yaitu Scratch.

Acara yang diselenggarakan di berbagai cabang Kodekiddo yang tersebar dibeberapa wilayah Indonesia ini berlangsung sangat meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta yang terdiri dari murid SD dan SMP. Terdiri dari beberapa sesi sesuai dengan topik pembelajaran seperti membuat animasi menggunakan scratch hingga membuat simple game yang dapat diakses menggunakan platform Scratch. Tidak hanya itu, pembukaan di tiap sesi Scratch Day juga diisi dengan presentasi hasil karya program Scratch yang dibuat oleh murid dari Kodekiddo.

 

Untuk di tahun ini, selain di berbagai cabang Kodekiddo, Scratch Day juga diadakan dibeberapa lokasi yaitu di SMP Negeri 270 Kelapa Gading Jakarta Utara dan Sky House BSD. Tak kalah meriah, acara yang diselenggarakan diluar cabang Kodekiddo ini mampu menarik perhatian para orang tua untuk memberikan anak kesempatan untuk mengenal dunia programming melalui learning platform Scratch.

 

Berikut kami merangkum beberapa momen yang terdapat dalam Kodekiddo Scratch Day 2018:

          

Meet the Teacher: Bernard Adhitya Kurniawan

Bernard Adhitya Kurniawan
1-9 Grade Instructor at KodeKiddo School
South Tangerang, Indonesia

When I was a fifth grader, I was very lucky to learn a programming language meant for kids. I loved the idea, where kids are encouraged to use their logic and pour their imagination into a kid-friendly user interface, meant to wipe out the perspective where coding is a complicated procedure, done only by expert programmers. I see this as an opportunity for kids in the future to like coding. That is why I want to teach kids how to code.

Years later, I became an instructor in a startup company with a mission to teach programming to kids. I work with many platforms, designed to be kid-friendly. CodeMonkey is one of the most effective tools I use to teach kids how to code. Kids learn how to solve problems using a programming language designed to be easily understandable. Kids don’t take long to understand the language, and managed to pass the levels in no time. They were also taught how to make a simple Platformer game with interactive instructions, which helped our students understand the concept seamlessly.

I am very thankful for Codemonkey. Codemonkey has made one of the best modules to teach kids how to code. Through their interactive tutorials, challenging problems, and kid-friendly user interface, kids around the world these days become less-intimidated by programming. They can now see coding as a fun way to pour creativity through logical set of instructions.

am a connected educator. Back when I was pretty new to being an educator, I didn’t really know most of the platforms used by the kids. To make sure I can keep on track of my students, every time a student raised their hand to ask, I would examine the platform they used, and if some things were still not clear for me, I would search for it online. I continue to do this, and eventually, I got used to learning quickly online to help my students.

Back in my days, kids learned school subjects by listening to their teachers, working on their assignments, and asking questions if something ws not clear. But years later, when I begin teaching a new generation of kids, they happened to be very advanced, compared to students years before them. Today, they learn subjects by just searching online and paying attention to the given tutorials online. They have become more efficient in learning than students years ago.

We don’t need to teach kids these days in a conservative method. The era is changing; where kids are learning how to adapt to technology. They gather and process data faster than we could, back in our years. Let them explore the technology you would like to introduce, and they might operate it better than you in no time.

Manfaat Belajar Coding Untuk Anak

Seberapa Penting Ilmu Coding?
Learn Early
Learn in Fun Ways
Learn to be a Maker
Itu motto yang sangat berkaitan dengan konsep belajar coding untuk anak-anak. Seperti dikutip oleh Kompas.com di bulan Januari 2018, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad menyatakan di Indonesia saat ini memang belum ada kurikulum yang memasukkan coding ke dalam mata pelajaran di sekolah, namum sedang dalam tahap persiapan untuk mengadakan program coding di SMK dan SMA. Itu kabar yang bagus karena pemerintah Indonesia sudah mulai memberi perhatian ke pengajaran coding. Tapi apakah cukup jika coding diperkenalkan ke murid hanya setelah tingkat SMA?

Apa Sih Coding Itu?
Beberapa orang mengira coding adalah ilmu untuk pesulap atau kode rahasia seperti di Da Vinci Code. Ada juga yang berpersepsi bahwa coding adalah ilmu hanya untuk orang yang berkerja di bidang IT. Coding (bahasa pemograman computer) adalah bahasa yang universal. Kehadirannya dalam dunia digital sangat vital karena merupakan nyawa dari sebuah software atau aplikasi. Orang yang menguasai coding akan bisa berkomunikasi dengan semua orang dari negara lain, berinovasi, dan memecahkan masalah dengan lebih efisien. Tim Cook, CEO Apple, menyatakan “Coding is the best foreign language that a student in any country can learn”.  Kenapa dia menyarankan begitu? Coding sekarang tidak hanya dipakai oleh orang IT saja. Masa ini, computing sudah digunakan di semua aspek kehidupan kita, mulai dari komunikasi, perbankan, shopping, permainan, edukasi. Contohnya dengan mengerti dasar bahasa pemograman akan memudahkan kita untuk menguasai teknologi yang ada di sekitar kita. Sama seperti jika anak SD belajar biologi atau matematika untuk dapat mengerti lingkungan sekitar mereka, belajar coding juga penting untuk membantu mereka memahami teknologi yang ada di kehidupan mereka.

Manfaat dari sisi edukasi
Di sekolah, anak-anak bisanya diajarkan cara
penggunaan komputer, misalnya untuk mengetik, membuat Word dokumen/presentasi. Namum keterampilan coding untuk membuat program komputer dengan logika & kreativitas kebanyakan belum diperkenalkan di sekolah. Dengan pengertian tentang programming dan bagaimana cara berpikir yang terstruktur untuk memberi perintah ke komputer, anak-anak akan mendapat fondasi dasar dan asah otak untuk bisa menguasai teknologi yang akan terus maju di masa depan.

Computational Thinking
Computational thinking adalah combinasi matematika, algoritma, dan logic. Dengan belajar coding, maka anak akan memiliki kemampuan computational thinking. Dengan kemampuan computational ini anak mampu mengkomunikasikan pikiran dengan cara logika dan terstruktur, seperti instruksi yang diberikan ke komputer, sehingga nantinya dapat digunakan untuk memecahkan masalah dengan bantuan teknologi yang didasari oleh komputer.

Kreativitas
Dengan belajar coding, anak-anak akan memiliki alat untuk menyalurkan kreativitas dan berpikir. Seperti
belajar menggambar atau musik, coding adalah media yang bisa dipakai untuk menciptakan sesuatu, misalnya aplikasi komputer. Coding juga seperti membuat cerita karena ada proses menciptakan awal cerita, alur cerita, dan ending untuk program.

Ketrampilan Jaman Moderen
Generasi anak masa ini harus bisa menguasai teknologi untuk berkompetisi di dunia kerja. Tidak bisa coding akan dilihat seperti tidak bisa baca/tulis. Hampir semua pekerjaan di jaman modern ini membutuhkan keterampilan dasar menguasai komputer dan programming. Di masa depan, akan ada semakin banyak kesempatan kerja di bidang programming dengan kompensasi yang bagus.

Soft Skills
Belajar coding sejak kecil tidak hanya untuk menguasi ketrampilan teknikal, tetapi juga untuk memupuk ‘soft skills’. Contohnya dengan belajar coding dapat mengembangkan kebiasaan belajar, tidak mudah menyerah, dan teliti. Jika program yang dibuat tidak lengkap, program tidak akan bisa dijalankan dan harus di ‘debug’ untuk menemukan bagian yang salah dan memperbaikinya. Dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat, memang sangat mungkin bahwa bahasa pemograman atau aplikasi yang dipelajari sekarang sudah tidak akan dipakai lagi di 5 -10 tahun ke depan. Tetapi itu tidak berarti pelajaran yang percuma karena bahasa itu hanya alat. Ketrampilan berpikir kritis dan logika yang didapat dari belajar coding akan menjadi dasar untuk sukses di abad sekarang dan juga berguna untuk bidang pekerjaan yang lain.

Pendidikan Coding

Dimulai di Amerika and sekarang telah menjadi trend pendidikan global, perkenalan coding dan komputer science untuk anak SD sudah menjadi agenda dunia pendidikan di negara-negara maju. Dengan pendekatan yang baru, ternyata belajar coding bisa dilakukan sejak usia dini. Kesempatan belajar coding disediakan di dalam kurikulum sekolah, extra kurikuler, dan juga lewat berbagai program di luar sekolah terutama saat liburan

Banyak aplikasi dan material yang telah dikembangkan khusus untuk anak-anak. Dengan user interface yang lebih visual dan karakter yang menarik, ditambah juga dengan berbagai smart programmable robots sehingga belajar coding bisa dilakukan dengan fun.  Dengan menguasai coding, anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga bisa menciptakan sesuatu yang berguna dengan teknologi.

Berhubung di Indonesia pendidikan coding belum masuk ke dalam kurikulum sekolah SD/SMP, maka sangat penting jika ada sumber lain untuk bisa memberikan pengetahuan ini ke anak-anak Indonesia. Ketersediaan materi online dapat membantu anak untuk otodidak belajar coding, tetapi jika tidak ada pendampingan dan faktor sosial belajar dengan anak lain, biasanya minat anak tidak berlangsung lama. Di kota-kota besar Indonesia sudah ada beberapa tempat belajar coding yang menawarkan kelas di luar sekolah atau extra kurikuler.

Acara dan Kompetisi Coding
Untuk mendukung kampanye pendidikan coding untuk anak, ada beberapa acara global yang sudah cukup terkenal dan dilakukan di berbagai negara. Salah satunya adalah Hour of Code dari Code.org yang berupa acara satu jam perkenalan untuk komputer science, untuk menunjukan bahwa semua orang bisa belajar coding. Acara ini dilakukan oleh berbagai partner dari Code.org (di tahun 2017 terdaftar lebih dari 150 ribu acara ini dari berbagai penjuru dunia). Kompetisi juga merupakan cara yang bagus untuk anak-anak berpartisipasi untuk menerapkan apa yang telah dipelajari dan berinteraksi dengan anak-anak lain. Kompetisi coding dan komputer science tersedia dengan berbasis local maupun global melalui online.
Beberapa contoh kompetisi global yang telah diikuti murid KodeKiddo adalah CodeMonkey, Grok untuk Pyhton and Blockly, App Jamming untuk mobile apps, dan Wonder League dengan programmable robot Dash & Dot. Karena kompetisi ini dilakukan secara online, anak-anak Indonesia dapat bersaing dengan peserta dari berbagai negara. Ada juga acara kompetisi yang dilakukan di lokasi tertentu. Contohnya acara KiddoHack dari KodeKiddo yang merupakan mini hackathon untuk anak-anak umur 9 – 15 tahun. Dalam acara ini, anak-anak membentuk team dan belajar bekerja sama untuk memikirkan ide, membuat desain, dan coding program. Setelah proyek selesai, anak akan mempresentasikan hasil ke para juri/mentor. Ooredo juga mengadakan IWIC (Indosat Wireless Innovation Contest) ajang kompetisi inovasi teknologi di bidang wireless yang mulai melibatkan level anak-anak juga.

Penulis:
Meilani Hendrawidjaja
Founder of KodeKiddo (www.kodekiddo.com)

Meet the Game Builder: Gerald

gerald-copy

Here is another kiddo who gave testimonial about learning coding in KodeKiddo using CodeMonkey.

Meet Gerald, a ten-year old boy from Bandung, Indonesia. Gerald has been coding in the program Kodekiddo, where he was introduced to CodeMonkey and its Game Builder. Read on to find out about him game building process.

Links to the game/s you have created: https://www.playcodemonkey.com/games/8RbO2k1W

 

What was the inspiration behind your game/s? Why did you choose the theme that you did?

I thought about it by myself. I suddenly thought about it.

What was your experience like while learning how to build games on CodeMonkey?

Amazing, an easy way to start learning about something similar to java script

Did you enjoy the Game Design courses? If so, why?

Yes, it was unique

How many games did you create?

Only one

On average, how long does it take you to complete a game?

Around one hour

Complete the sentence: Being able to design and build my own games makes me…

happy

What is one piece of advice you have for those who have not yet created their own games?

Never give up

What do you like to do on your free time?

Read, draw, and play

Is there anything that you would like to add that I didn’t ask?

No not really

 

Meet the Game Builder: Mardian

One of kiddos is featured in CodeMonkey Blog -https://www.playcodemonkey.com/blog/2018/02/28/meet-the-game-builder-mardian/

Meet Mardian, a nine-year old boy from Bandung, Indonesia. Mardian has been coding in the program Kodekiddo, where he was introduced to CodeMonkey and its Game Builder. Read on to find out about him game building process.

Being Able To Design And Build My Own Games Makes Me Feel More Accomplished As Now I Can Type Code And Not Drag It!

Links to the game/s you have created: https://www.playcodemonkey.com/games/EDzpy9RP

What was the inspiration behind your game?

I actually didn’t really know what to do, I just tried to make a simple game and then it ended up as a tiger helicopter.

What was your experience like while learning how to build games on CodeMonkey?

It was hard, since this was my first time doing a coding website where you had to type in the code but i got used to it

Did you enjoy the game design courses? if so, why?

Yes, because its more free than the individual levels but still is quite confusing and (in my opinion) is less free than scratch or other block coding websites

How many games did you create?

4

On average, how long does it take you to complete a game?

45 Mins to 1  Hour

What is one piece of advice you have for those who have not yet created their own games?

Don’t make it perfect, it’s better that way

What do you like to do on your free time?

Draw, play on the iPad, search up random stuff on the computer sometimes read

KodeFiesta Coding Month Winners

Congratulation for all winners of KodeFiesta Coding Month!!

(click the images below to try the program)

 

Category: Game. Level: SD1.

Winner: Randy Kurniawan

Randy

 

Category: Animation. Level: SD1.

Winner: Hubert Prama Setiawan

HUbert

 

Category: Game. Level: SD2.

Winner: Aaron Indradjaja

Aaron

 

Category: Animation. Level: SD2.

Winner: Richard Paulus

Richard

 

Category: Game. Level: SMP.

Winner: Bryant James

Bryant